Implementasi Cinta Tanah Air, Siswa MAN 1 Kepulauan Meranti Unjuk Kreativitas dalam Gelar Karya PjBL "Berkain"
SELATPANJANG (MANSAKTI) – MAN 1 Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, inovatif, dan berbudaya. Pada Kamis (21/05), madrasah sukses menggelar agenda besar berupa Gelar Karya Project Based Learning (PjBL) yang mengangkat tema inspiratif: "Berkain". Kegiatan ini mengusung jargon yang sarat akan makna mendalam, yaitu "Melipat rasa dalam kreasi dan membalut jiwa untuk lestarikan budaya." Agenda ini diselenggarakan sebagai bentuk nyata dari implementasi Panca Cinta, khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.
Gelar Karya yang berfokus pada pelestarian kearifan lokal ini diikuti dengan penuh antusias oleh perwakilan seluruh kelas X dan kelas XI. Uniknya, proyek ini memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta karena tidak melibatkan proses menjahit, menggunting, atau memotong kain sama sekali. Seluruh busana yang ditampilkan murni mengandalkan keahlian tangan, ketelitian, serta estetika tinggi dalam menerapkan teknik melipat kain tradisional.
Filosofi dan Estetika di Setiap Lipatan Kain
Acara yang berlangsung meriah di lingkungan madrasah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Kepulauan Meranti, Ibu Nelli Murni. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas inovasi serta kerja keras yang ditunjukkan oleh para siswa dan guru pembimbing. Beliau menegaskan bahwa kain tradisional memiliki nilai historis yang tinggi dan harus dijaga kelestariannya.
"Kain batik dan kain songket dapat dikreasikan sedemikian rupa sehingga menambah nilai keindahan, di mana terkandung nilai filosofi yang sangat mendalam pada setiap lipatan-lipatannya. Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa merawat budaya membutuhkan pemahaman dan rasa cinta yang kuat," ujar Ibu Nelli Murni dalam arahannya di hadapan seluruh keluarga besar madrasah.
Dalam unjuk kreasi yang memukau ini, terdapat pembagian konsep yang sangat harmonis dan kreatif. Para siswi ditantang untuk mengeksplorasi kelembutan dan keluwesan motif kain batik Nusantara. Lewat jemari terampil mereka, selembar kain batik berhasil ditransformasikan menjadi bentuk gaun, jubah, dan rok kontemporer yang sangat anggun tanpa sedikit pun merusak struktur asli kain.
Di sisi lain, para siswa laki-laki tampil gagah dengan mengeksplorasi kemegahan kain songket. Benang-benang emas khas songket Melayu yang cenderung kaku berhasil disusun, dililit, dan dibentuk menjadi paduan busana pria yang maskulin dan berwibawa. Kreasi songket ini membuktikan bahwa pakaian adat dapat dikemas menjadi tampilan yang sangat modis dan relevan dengan tren anak muda masa kini.
Apresiasi Mendalam dari Kepala Madrasah
Kesuksesan luar biasa dari pergelaran ini turut menuai respons positif dan rasa bangga dari Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti, Ibu Hj. Nuryaningsih. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pelaksana Gelar Karya atas kerja sama, kerja keras, dan dedikasi yang luar biasa dalam mempersiapkan acara ini dari awal hingga akhir.
Ibu Kepala Madrasah juga memuji atensi yang luar biasa tinggi dari para peserta, pendamping, serta seluruh siswa yang ikut serta menyukseskan jalannya acara dengan tertib dan penuh semangat.
"Terima kasih kepada seluruh tim panitia, guru pembimbing, dan khususnya anak-anakku sekalian atas atensi dan kerja sama yang solid sehingga acara ini dapat berlangsung dengan sukses. Melalui proyek berkain ini, saya berharap seluruh siswa tidak hanya sekadar terhibur, tetapi benar-benar mendapatkan wawasan serta pengetahuan baru yang mendalam terkait kekayaan budaya batik dan songket yang ada di Indonesia. Ini adalah langkah nyata kita untuk terus mencintai produk asli dalam negeri," tutur Ibu Hj. Nuryaningsih.
Apresiasi Pemenang dan Menuju Puncak Acara Juni Mendatang
Kemeriahan dan ketegangan sempat mewarnai atmosfer madrasah saat tim juri melakukan penilaian secara mendetail ke setiap stan. Juri memeriksa ketepatan teknik kuncian lipatan, keserasian warna, hingga makna filosofis di balik bentuk pakaian yang dihasilkan oleh tiap-tiap kelas.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, acara kemudian diakhiri dengan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa, yaitu pengumuman dan pembagian hadiah kepada para pemenang nominasi kreasi terbaik. Sorak-sorai penonton pecah saat perwakilan kelas yang meraih juara maju ke depan panggung untuk menerima penghargaan.
Namun, perjalanan kreativitas para siswa tidak berhenti sampai di sini. Hasil karya terbaik dari para pemenang nominasi ini dijadwalkan akan ditampilkan kembali secara lebih megah dan kolaboratif pada puncak acara Gelar Karya yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.
Melalui kesuksesan PjBL "Berkain" ini, MAN 1 Kepulauan Meranti tidak hanya berhasil melaksanakan tuntutan kurikulum, tetapi juga sukses menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Madrasah telah membuktikan bahwa mencintai tanah air dan melestarikan warisan leluhur dapat diwujudkan secara nyata lewat karya seni yang aplikatif, mandiri, dan membanggakan.(SM)
MAN 1 KEPULAUAN MERANTI