Hari Kedua Kokurikuler MAN 1 Kepulauan Meranti: Hadirkan Ahli, Siswa Dalami Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah
Meranti (Mansakti) – Memasuki hari kedua pelaksanaan kegiatan Implementasi Panca Cinta pada Selasa (24/02/2026), suasana di MAN 1 Kepulauan Meranti tampak lebih intens. Fokus kegiatan hari ini beralih pada pendalaman materi serta praktik langsung (simulasi) penyelenggaraan jenazah, sebuah keterampilan Fardu Kifayah yang krusial di tengah masyarakat.
Untuk memastikan standar keilmuan yang tepat, madrasah menghadirkan narasumber ahli yang kompeten di bidangnya guna membimbing para siswa secara langsung.
Bimbingan Langsung dari Praktisi dan Tokoh Agama
Di Aula Al-Kindi, para siswa laki-laki mendapatkan bimbingan teknis dari Ustadz Asep Darutakik, S.HI., yang merupakan Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Tebing Tinggi. Beliau memaparkan detail fikih jenazah, mulai dari teknik memandikan yang benar hingga simpul tali kafan yang sesuai sunnah.
Sementara itu, di Mushola Lebai Muda, siswi perempuan menerima materi dari Ustadzah Dra. Latifah S. Kudus. Beliau yang juga menjabat sebagai Ketua III Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti, memberikan wawasan mendalam mengenai adab dan tata cara pengurusan jenazah perempuan dengan penuh ketelitian dan rasa hormat.
Antusiasme Tinggi dalam Praktik Lapangan
Antusiasme siswa terlihat jelas saat sesi praktik dimulai. Tidak hanya mendengarkan teori, para siswa terlibat aktif dalam:
Simulasi memandikan: Memahami urutan pembersihan anggota tubuh.
Teknik Mengafani: Melatih ketangkasan memotong dan menyusun kain kafan.
Prosesi Mensholatkan: Memantapkan bacaan dan rukun sholat jenazah.
"Kami sangat senang karena teori yang selama ini hanya dibaca di buku, hari ini bisa langsung dipraktikkan dengan bimbingan ustadz yang memang ahli di bidangnya. Ini membuat kami lebih percaya diri jika nanti dibutuhkan oleh warga di lingkungan tempat tinggal kami," ujar salah satu siswa peserta kegiatan.
Wujud Nyata Cinta Sesama
Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa kehadiran narasumber eksternal ini bertujuan untuk memberikan standarisasi praktik yang berlaku di masyarakat. Hal ini selaras dengan nilai Cinta Sesama dalam Panca Cinta, di mana siswa dididik untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi, terutama dalam membantu pengurusan jenazah yang merupakan kewajiban kolektif umat Muslim. (Sri)
MAN 1 KEPULAUAN MERANTI