Hijaukan Madrasah, Hijaukan Bumi : MAN 1 Kepulauan Meranti Gelar Penanaman 600 Bibit Pohon
Selatpanjang ( Mansakti) - MAN 1 Kepulauan Meranti merayakan Hari Bumi tahun ini dengan sebuah inisiatif yang menginspirasi. Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, MAN 1 Kepulauan Meranti pada Rabu (23/4/25) melaksanakan Penanaman total 600 bibit pohon baik di lingkungan madrasah dan di rumah masing-masing.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Meranti di wakili oleh Raji Ridhowi, S.Pd.I, Ketua DPH Lamr Kepulauan Meranti, Ketua Komite, perwakilan wali siswa serta tenaga Pendidik dan kependidikan dan seluruh siswa MAN 1 Kepulauan Meranti.
Gerakan ini merupakan respons langsung terhadap surat resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama RI, yang mendorong partisipasi dalam Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa. Dengan semangat kebersamaan, MAN 1 Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Inisiatif ini tidak hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang memberdayakan warga MAN 1 Kepulauan Meranti untuk peduli pada lingkungan," ujar Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti Nuryaningsih, S.Pd dalam sambutannya.
" Setiap siswa dan guru serta karyawan di wajibkan menanam 1 pohon, tidak hanya di madrasah bahkan boleh di rumah masing-masing. Kegiatan ini dibuktikan dengan dokumentasi foto yang akan di kirim ke wali kelas masing-masing" ungkap Yani.
Ketua DPH LMAR Meranti Aprizal Cik, S.Sos, M.Si menyampaikan dalam sambutan nya tentang penting nya orang melayu menjaga lingkungan.
"Ini bukan sekadar aksi seremonial, tapi wujud nyata tanggung jawab ekologis. Gerakan ini merupakan implementasi dari orang melayu yang berbudi dan peduli alam sekitar " ujarnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti yang di wakili oleh pengawas madrasah Raji Ridhowi, S.Pd.I menyampaikan bahwa Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program Aksi Kementerian Agama (Asta) RI yang mengusung gerakan sejuta pohon.
"Saya beraharap tidak hanya 1 pohon per siswa, ketika kamu memiliki lahan di belakang rumah atau di kampung, tanamlah pohon yang menghasilkan sebanyak mungkin, disamping memberikan dampak untuk ekosistem juga memiliki nilai ekonomis untuk membantu kebutuhan keluarga" ungkapnya.
Aksi hijau ini menjadi bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter cinta lingkungan. MAN 1 Kepulauan Meranti berharap, gerakan ini bisa menginspirasi madrasah-madrasah lain untuk ikut menanam, merawat, dan menjaga bumi dari hal-hal sederhana. (Ian)
Share to :
MAN 1 KEPULAUAN MERANTI