MAN 1 KEPULAUAN MERANTI

Berita

Kontak
Alamat :

Jl. Banglas

Telepon :

076333735

Email :

man1kepulauanmeranti@gmail.com

Website :

http://man1kepulauanmeranti.mysch.id

Media Sosial :
PMBM 2026 TELAH DIBUKA

Syiar Islam Melalui Seni: MAN 1 Kepulauan Meranti Gelar Lomba Nasyid Antar-Kelas Guna Gali Potensi Siswa

Selatpanjang(Mansakti) – Ruang Santai MAN 1 Kepulauan Meranti mendadak riuh dengan lantunan syahdu pujian islami pada Selasa, 16 Juni 2026. Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam, sekolah tersebut menggelar ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang berfokus pada cabang lomba nasyid antar-kelas. Kegiatan ini diselenggarakan bukan hanya sebagai sarana perayaan hari besar keagamaan, melainkan juga sebagai wadah strategis untuk menjaring, memupuk, dan mengembangkan potensi serta bakat seni suara bernuansa islami yang dimiliki oleh generasi muda di sekolah tersebut.

Setiap kelas mengirimkan delegasi terbaik mereka yang terdiri dari lima anggota nasyid. Para peserta diwajibkan untuk membawakan dua buah lagu di atas panggung, yang terdiri atas satu lagu wajib yang telah ditentukan oleh panitia dan satu lagu pilihan yang dibebaskan kepada setiap kelompok untuk memilihnya sesuai dengan karakter vokal dan strategi penampilan masing-masing. Kompetisi ini berlangsung sengit namun tetap penuh dengan rasa persaudaraan, di mana setiap perwakilan kelas berusaha menampilkan harmonisasi vokal, koreografi sederhana, dan penghayatan terbaik demi memukau para juri serta penonton yang hadir.

Acara kompetisi seni ini dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti, Nuryaningsih. Dalam arahannya di depan seluruh peserta dan penonton, Nuryaningsih menyampaikan pesan yang mendalam mengenai pentingnya kegiatan ini. Nuryaningsih menegaskan bahwa lomba nasyid merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif, terutama dalam upaya melakukan syiar Islam melalui jalur seni budaya. Seni nasyid dinilai mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan nilai-nilai religius dengan cara yang lebih lembut dan mudah diterima oleh kalangan remaja masa kini.

Lebih lanjut, Nuryaningsih berharap agar momentum Porseni ini dapat dijadikan sebagai batu loncatan yang nyata bagi para siswa untuk terus mengasah kemampuan mereka. Pihak sekolah berkomitmen untuk memfasilitasi bakat-bakat yang muncul agar tidak berhenti di tingkat sekolah saja. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan para siswa yang memiliki potensi besar dalam seni nasyid ini nantinya mampu membawa nama baik sekolah dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi, mulai dari kompetisi di tingkat kabupaten, tingkat provinsi, bahkan hingga menembus panggung nasional.

Guna menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia pelaksana menggandeng tim juri profesional yang memiliki rekam jejak mumpuni di dunia musik islami. Juri yang dihadirkan adalah Firdaus dan M Dani Sheri, yang merupakan personel dari grup vokal VC Gema. Kehadiran kedua juri ini terasa sangat istimewa dan emosional karena mereka berdua merupakan alumni dari MAN 1 Kepulauan Meranti yang lulus pada tahun 2011 silam. Kembalinya mereka ke sekolah asal sebagai mentor dan penilai menjadi inspirasi tersendiri bagi para siswa yang sedang berkompetisi.

Firdaus dan M Dani Sheri dikenal sebagai figur yang sudah sangat berpengalaman di bidang seni nasyid. Jam terbang mereka tidak perlu diragukan lagi, mengingat mereka telah sering tampil dan memenangi berbagai kompetisi baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi. Bahkan, prestasi mereka telah merambah ke kancah internasional melalui keikutsertaan dalam kompetisi nasyid hingga ke negara Thailand. Pengalaman internasional inilah yang diharapkan dapat ditularkan sebagai motivasi berharga kepada adik-adik kelas mereka di madrasah.

Di sela-sela jalannya perlombaan, kedua juri tersebut mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa karena diberikan kepercayaan untuk kembali dan menjadi bagian penting dari kegiatan di almamater tercinta mereka. Mereka berharap agar ke depan, para siswa MAN 1 Kepulauan Meranti tidak ragu untuk terus menekuni seni nasyid dan berani mengambil peluang untuk berkompetisi di luar sekolah jika ada kesempatan yang terbuka. Menurut mereka, potensi yang ditunjukkan oleh para peserta pada hari ini sangat berpeluang untuk dikembangkan lebih jauh.

Selain sebagai media dakwah dan penyaluran bakat, kedua juri juga memberikan pandangan baru yang membuka wawasan para peserta. Mereka memaparkan bahwa pada era modern saat ini, nasyid tidak lagi sekadar aktivitas hobi di lingkungan sekolah, melainkan sudah dapat dijadikan sebagai profesi yang menjanjikan secara ekonomi. Hal ini dikarenakan musik nasyid kini semakin diminati dan sering digunakan untuk mengisi berbagai macam acara, mulai dari kegiatan formal pemerintahan hingga acara-acara non-formal seperti pernikahan dan festival keagamaan, sehingga peluang industrinya masih sangat terbuka lebar.(SM)

Share to :