MAN 1 KEPULAUAN MERANTI

Berita

Kontak
Alamat :

Jl. Banglas

Telepon :

076333735

Email :

man1kepulauanmeranti@gmail.com

Website :

http://man1kepulauanmeranti.mysch.id

Media Sosial :
PMBM 2026 TELAH DIBUKA

Inovasi Ecoprint Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau di MAN 1 Kepulauan Meranti: Menggali Potensi Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan

Selatpanjang(Mansakti) – Aula Al Kindi MAN 1 Kepulauan Meranti menjadi saksi perpaduan antara kreativitas seni dan kepedulian lingkungan pada Senin, 15 Juni 2026. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau menyelenggarakan pelatihan pembuatan batik ecoprint yang melibatkan secara aktif para guru dan siswa sekolah tersebut. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan sebagai langkah strategis dalam mentransfer ilmu pengetahuan praktis yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomis yang tinggi bagi seluruh warga sekolah.


​Kerja sama yang erat antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah menengah ini mendapat apresiasi besar dari kedua belah pihak. Dalam sesi pembukaan, perwakilan dosen Universitas Riau, Syamsu Dhuha, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada pihak sekolah. Syamsu Dhuha menegaskan bahwa MAN 1 Kepulauan Meranti merupakan mitra strategis yang selalu menyambut baik dan mendukung setiap program pengabdian dari universitas. Melalui sinergi yang konsisten ini, diharapkan materi pelatihan tidak berhenti sebagai teori semata, melainkan mampu memberikan dampak positif yang nyata serta dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.

​Gayung bersambut, Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti, Nuryaningsih, merespons positif kehadiran tim akademisi tersebut. Nuryaningsih mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi tertinggi atas kesempatan berharga ini, mengingat ilmu yang dibagikan secara langsung menambah khazanah pengetahuan praktis di sekolah yang dipimpinnya. Pihak madrasah juga menyatakan komitmen penuh untuk menjaga keberlanjutan program ini dengan mengagendakan pengajaran lanjutan bagi para guru dan siswa lain yang belum berkesempatan hadir pada kegiatan kali ini. Dengan demikian, keterampilan ini diharapkan mampu berkembang menjadi unit usaha kreatif madrasah yang pada masa depan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan.


​Memasuki sesi inti, suasana di Aula Al Kindi dipenuhi oleh antusiasme yang tinggi dari puluhan peserta. Ketua tim pengabdian masyarakat, Ninik Nihayatul Wahibah, turun langsung memberikan pemaparan materi secara komprehensif. Penjelasan dimulai dari pengenalan dasar mengenai metode ecoprint, pemilihan jenis daun yang kaya akan zat warna alami, manfaat kelestarian lingkungan yang ditawarkan, hingga bimbingan teknis mengenai proses transfer pola daun ke atas media kain. Pendekatan yang interaktif dari pemateri membuat seluruh guru dan siswa menyimak setiap instruksi dengan saksama dan penuh konsentrasi.


​Sistem pelatihan dirancang secara sistematis untuk mengukur pemahaman peserta. Agenda diawali dengan pengisian lembar evaluasi awal guna mengetahui tingkat pemahaman dasar peserta terhadap teknik cetak alami tersebut. Usai pemaparan teori, para peserta dibagi ke dalam lima kelompok kerja yang memadukan unsur guru dan siswa. Setiap kelompok diberikan kebebasan penuh untuk mengeksplorasi kreativitas mereka, mulai dari menyusun komposisi daun, menentukan tata letak, hingga merancang motif batik yang diinginkan di atas kain masing-masing kelompok dengan memanfaatkan bahan alami di sekitar lingkungan sekolah.


​Proses kreatif yang memakan waktu tersebut berlangsung secara dinamis dan interaktif. Di sela-sela kegiatan praktik, panitia membuka sesi tanya jawab untuk memecahkan kendala teknis yang dihadapi kelompok, seperti tingkat kelembapan daun dan kekuatan ketukan. Untuk menjaga motivasi dan mencairkan suasana, tim universitas juga membagikan berbagai hadiah menarik bagi peserta yang aktif berdiskusi. Rangkaian kegiatan pengujian diakhiri dengan pengisian lembar evaluasi akhir untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta secara konkret pascapelatihan, sekaligus melihat sejauh mana materi mampu diserap.


​Hasil akhir dari praktik mandiri ini terbukti sangat luar biasa dan melampaui ekspektasi awal. Kain-kain polos yang semula biasa kini berubah menjadi karya seni bernilai tinggi dengan corak dan warna alami yang tajam serta unik dari setiap daun yang digunakan. Tidak ada satu pun kain yang memiliki motif yang sama persis, menunjukkan tingkat kreativitas yang tinggi dari setiap kelompok. Kegiatan yang berlangsung produktif ini diakhiri dengan sesi foto bersama di dalam aula, di mana seluruh peserta, kepala sekolah, dan tim dosen Universitas Riau dengan bangga membentangkan kain hasil karya ecoprint perdana mereka sebagai simbol keberhasilan kolaborasi edukatif tersebut.(SM)

Share to :