MAN 1 KEPULAUAN MERANTI

Berita

Kontak
Alamat :

Jl. Banglas

Telepon :

076333735

Email :

man1kepulauanmeranti@gmail.com

Website :

http://man1kepulauanmeranti.mysch.id

Media Sosial :
PMBM 2026 TELAH DIBUKA

Upacara Senin Khidmat di MAN 1 Kepulauan Meranti: Wakamad Kurikulum Tegaskan Kesiapan ASAT dan Nasihat Penguatan Akhlak Siswa

SELATPANJANG (Mansakti) – Menjelang berakhirnya tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kepulauan Meranti terus konsisten menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan penguatan karakter kepada seluruh peserta didik. Hal ini terlihat dari pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih yang berlangsung dengan penuh khidmat pada Senin pagi, 25 Mei 2026. Kegiatan rutin yang dipusatkan di halaman utama madrasah tersebut diikuti oleh Kepala Madrasah, majelis guru, staf tata usaha, serta ratusan siswa-siswi dari kelas X, XI, dan XII.

Pada pelaksanaan upacara kali ini, siswa-siswi dari kelas X Ibnu Hazimi mendapatkan amanah bertindak sebagai pelaksana upacara. Di bawah bimbingan intensif dari wali kelas mereka, Tety Armizar, para petugas upacara menunjukkan performa yang luar biasa. Mulai dari tim pengibar bendera yang melangkah tegap, pemimpin upacara yang lantang, hingga paduan suara yang kompak, semuanya menunjukkan hasil latihan yang matang. Kedisiplinan yang ditunjukkan oleh kelas X Ibnu Hazimi ini mendapat apresiasi positif dari seluruh peserta upacara yang mengikuti jalannya prosesi dengan tertib.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum, Nelli Murni. Mengawali amanatnya, Nelli Murni menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada kelas pelaksana atas dedikasi dan tanggung jawab mereka. Selanjutnya, beliau menyampaikan beberapa poin instruksi penting yang bersifat strategis, baik yang menyangkut agenda akademik dalam waktu dekat maupun terkait pembinaan akhlak kharimah para siswa di tengah tantangan pergaulan modern.

Menuju Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT)

Poin utama dalam bidang akademik yang disampaikan oleh Wakamad Kurikulum adalah pengumuman resmi mengenai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) untuk tahun ajaran ini. Nelli Murni menginformasikan bahwa ujian akhir semester bagi seluruh siswa kelas X dan kelas XI tersebut akan dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 2 Juni sampai dengan 9 Juni 2026. Mengingat waktu persiapan yang tersisa hanya tinggal hitungan hari, beliau meminta perhatian serius dari seluruh peserta didik.

"Ibu mengingatkan dengan tegas kepada seluruh anak-anak Ibu, khususnya kelas X dan XI, bahwa Asesmen Sumatif Akhir Tahun sudah di depan mata. Waktu pengerjaan yang efektif selama kurang lebih sembilan hari tersebut harus dipersiapkan dari sekarang. Kurangi intensitas bermain gawai, batasi aktivitas keluar rumah yang tidak bermanfaat, dan kembalilah fokus membuka buku-buku pelajaran. Nilai akademik yang akan ananda raih dalam ASAT ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen utama yang akan menentukan kenaikan kelas serta rapor kumulatif yang nantinya digunakan untuk jalur seleksi masuk perguruan tinggi," papar Nelli Murni di hadapan barisan siswa.

Beliau juga berpesan kepada para tenaga pendidik untuk terus mengawal ketuntasan materi pembelajaran prasyarat agar para siswa memiliki kesiapan yang matang dalam menghadapi soal-soal ujian kelak. Sinergi antara ketekunan siswa dan bimbingan guru diharapkan mampu mempertahankan tradisi prestasi akademik di lingkungan MAN 1 Kepulauan Meranti.

Benteng Akhlak: Larangan Pacaran dan Jauhi Zina

Setelah memaparkan agenda kurikulum, nuansa amanat berubah menjadi lebih menyentuh hati saat Nelli Murni beralih memberikan nasihat mendalam mengenai moralitas dan pembinaan mental spiritual remaja. Dengan nada bicara yang lembut namun sarat akan ketegasan seorang ibu, beliau memberikan peringatan keras kepada seluruh siswa mengenai bahaya pergaulan bebas, khususnya perilaku berpacaran di kalangan pelajar.

Nelli Murni menekankan bahwa sebagai lembaga pendidikan yang berlapis nilai-nilai islami, MAN 1 Kepulauan Meranti memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesucian akhlak anak didiknya. Beliau menjelaskan bahwa dalam syariat Islam, berpacaran adalah perbuatan yang dengan tegas dilarang karena menjadi pintu masuk utama yang mendekati perbuatan zina. Larangan ini bukan untuk membatasi ruang gerak remaja, melainkan bentuk perlindungan agar masa depan mereka tidak hancur akibat keputusan yang salah.

"Perbuatan pacaran itu tidak membawa manfaat sedikit pun, melainkan hanya menimbulkan kerugian yang besar bagi diri sendiri, membawa aib bagi keluarga, dan yang paling fatal adalah merusak masa depan kalian. Fokus utama kalian di sini adalah menuntut ilmu dan berbakti kepada orang tua. Jangan gadaikan cita-cita dan kehormatan kalian hanya karena kesenangan semu yang tidak diridai oleh Allah SWT," tegas beliau dengan penuh penekanan.

Momentum Bertaubat di Bulan Dzulhijjah yang Mulia

Lebih lanjut, dalam konteks pembinaan spiritual, Wakamad Kurikulum memanfaatkan momentum kalender Islam untuk menyentuh kesadaran batin para siswa. Beliau mengingatkan bahwa saat ini umat Muslim telah berada di dalam bulan Dzulhijjah, salah satu bulan yang amat mulia dan penuh dengan keberkahan di sisi Allah SWT. Di bulan yang baik ini, pintu rahmat dan ampunan terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri.

Oleh karena itu, Nelli Murni menyerukan sebuah gerakan moral bagi seluruh murid yang mungkin selama ini sudah terlanjur terjerumus ke dalam hubungan pacaran untuk segera mengambil langkah berani untuk memutuskan hubungan tersebut dan bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha).

"Bagi anak-anak Ibu yang hari ini hatinya tersentuh, yang menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini keliru dan telah melanggar batas agama, segeralah bertaubat. Putuskan hubungan yang tidak sah tersebut hari ini juga. Mumpung kita berada di bulan Dzulhijjah yang mulia ini, mari kita perbanyak istigfar, perbanyak taubat, dan penuhi hari-hari kita dengan amal kebaikan serta memperbanyak ibadah. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ajak Nelli Murni menutup amanatnya.

Pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit tersebut berakhir dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh petugas dari kelas X Ibnu Hazimi. Suasana khidmat dan penuh perenungan tampak membekas pada wajah para siswa saat barisan dibubarkan. Pesan yang disampaikan diharapkan tidak hanya menjadi angin lalu, melainkan mampu menjadi kompas moral bagi siswa MAN 1 Kepulauan Meranti dalam menjalani aktivitas akademik dan kehidupan sosial sehari-hari dengan memegang teguh prinsip-prinsip syariat Islam. (SM)

Share to :