Perwakilan Siswa dan Guru MAN 1 Kepulauan Meranti Ikuti Bimtek Penulisan Cerita Anak di LAMR
SELATPANJANG (Mansakti) – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Cerita Anak Dwibahasa (Bahasa Melayu–Bahasa Indonesia). Kegiatan ini berlangsung di Balai Adat LAMR, Jalan Dorak, Selatpanjang, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi penulis.
“Banyak putra-putri Kepulauan Meranti yang ingin menjadi penulis, terutama penulis cerita anak. Selain itu, LAMR berkepentingan dalam pelestarian bahasa Melayu. Kedua hal ini kami sampaikan kepada Kepala BBPR, Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum., dan alhamdulillah mendapat dukungan untuk pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPR, Dr. Hj. Umi Kulsum, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami merasa senang atas sambutan yang sangat baik dari masyarakat Kepulauan Meranti. Terima kasih kepada LAMR yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” katanya.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten I Setdakab T. Arifin, S.Sos., Kepala Bappeda Dr. Abu Hanifah, M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Atan Ibrahim, M.Pd., Kepala Dinas Kimpraswil LH Agustiono, S.T., M.Si., pengurus LAMR, serta 30 peserta dan jurnalis dari berbagai media.
Salah satu peserta berasal dari MAN 1 Kepulauan Meranti, yang mengirimkan dua orang guru dan dua siswa. Mereka adalah Kepala Madrasah Hj. Nuryaningsih, S.Pd., Miftahul Jannah, S.Sos., serta dua siswa, Ahmad Kurniawan Syah (kelas XII Abbasyari) dan M. Raihan Al-Khalil (kelas XI Al-Farabi).
Hj. Nuryaningsih berharap keikutsertaan siswa dalam kegiatan ini dapat mendorong lahirnya penulis muda berbakat di bidang cerita anak.
“Meski ini merupakan pengalaman pertama bagi siswa kami, saya yakin mereka mampu menyelesaikan karya hingga tahap penerbitan, meskipun harus bersaing dengan peserta lain yang sebagian besar berprofesi sebagai guru,” ujarnya. (MJ)
Share to :
MAN 1 KEPULAUAN MERANTI